Pages

Pangandaran, Green Canyon, Batu Karas, Batu hiu, Cagar Alam Pangandaran


perjalanan dimulai dari rencana dadakan, dimana idenya baru muncul jam 12, sedangkan kita udah harus berangkat dari kosan jam 14.30, jadinya bawa seadanya aja..

sebelumnya perkenalkan, kami 3 orang adinul, cpx, dan arga… pejuang2 mahasisawa bandung


Hari Pertama 28 Mei 2011

perjalanan dimulai dengan naik angkot cicaheum-ciroyom, menuju terminal cicaheum. Sampai di terminal cicaheum, kami langsung menuju bus BUDIMAN yang langsung ke terminal pangandaran brangkat jam 4 sore. Pilihannya ada 2, yang AC atau non-AC. Nah kami memilih yang non AC biar lebih murah dikit, padahal cuma beda 4 ribu, yang AC 38ribu, yg non AC 34ribu. :Yb . Saran ane, kalau berangkat malam, ambil yang non-AC, karna AC alam dirasa sudah cukup, hehe

oh iya, sebagai info, sekarang bus BUDIMAN paling telat berangkat jam 8malam.


setelah melalui perjalanan yang macet parah selama 7,5 jam, jam 23.59 kita sampai di terminal pangandaran. Kami langsung disambut hangat oleh para tukang becak


"mas, mau ke pantai? atau mau penginapan dulu? murah mas..."


haud haduhh.. mending makan dulu, untung masih ada rumah makan yang buka diterminal, jadinya makan dulu disana..


oh iya, malam itu bertepatan dengan final liga champion, MU vs Barca. akhirnya kami memutuskan untuk nobar dulu dengan para tukang becak. Ternyata sesasinya lain, dibandingkan dengan nobar2 di cafe2..hehee


sampai jam 04.00, akhirnya Barca menang 3-1. Kami pun beranjak keluar dan menuju Masjid Raya Istiqomah dekat terminal Pangandaran.

Mesjid Istiqamah alias penginapan:

Continue >>>

Buku - Buku Terlarang


The Satanic Verses
The Satanic Verses adalah novel ke-empat karya Salman Rushdie, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1988, dan sebagian terinspirasikan dari kisah hidup Muhammad. Judulnya merujuk pada apa yangbakal agan-agan ketahui sebagai ayat-ayat setan. Dalam novel ini, sang tokoh utama yang bernama Mahound (yang kemungkinan besar merujuk pada Muhammad) diceritakan secara kilas balik paralel dengan dua tokoh utama lainnya Gibreel Farishta dan Saladin Chamcha. Di Britania Raya, novel ini diterima dengan baik oleh para kritikus, dan menjadi finalis Booker Prize tahun 1988, walaupun dikalahkan oleh Oscar and Lucinda karya Peter Carey yang memenangkan Whitbread Award 1988 untuk novel terbaik tahun itu. Namun di komunitas Muslim, novel ini menghasilkan kontroversi yang luar biasa. Sebuah fatwa yang dikeluarkan terhadap penulis oleh pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini. Hadiah 1 juta dollar telah diajukan kepada siapa saja yang membunuh Rushdie dan 3 juta dollar jika pembunuhnya adalah warga Iran. Negara-negara lain segera ikut dalam kehebohan ini. Venezuela melarang buku tersebut dan mengancam 15 bulan penjara kepada siapapun yang membacanya. Sementara di Jepang, seorang penerjemah yang terlibat dengan buku tersebut ditikam sampai mati Buku ini tidak boleh beredar di India, dan banyak dibakar pada demonstrasi di Britania Raya. Novel ini juga menyulutkan kerusuhan di Pakistan pada tahun 1989.
Continue >>>

Kompleks pulau di pesawaran


Kabupaten Pesawaran merupakan Kabupaten yang baru terbentuk menyimpan segudang potensi wisata yang jika dikelola dengan baik akan meningkatkan pendapatan daerah dan penduduk setempat. Terdapat lebih dari 30 pulau yang masuk dalam cakupan Kabupaten Pesawaran yang memiliki karakter pantai berbeda, mulai dari pantai berpasir yg landai hingga pantai berbatu karang. Beberapa dari pulau tersebut sangat cocok sekali untuk dilakukan snorkling maupun diving dengan jernihnya air sehingga kita bisa melihat keindahan dunia bawah air.



Kali ini saya mengikuti perjalanan “Journalist Trip - Explore Pesawaran” yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran bekerjasama dengan Yayasan Ekowisata Cikal dan para jurnalis lokal maupun nasional pada tanggal 30-31 Juli 2010. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempromosikan dan mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Perjalanan dimulai dari Dermaga di Ketapang, Padang Cermin menuju Pulau Balak dengan menyewa perahu motor memakan waktu sekitar 20 menit. Deru suara mesin motor namun dimanjakan dengan pemandangan pulau-pulau kecil mengiringi perjalanan kami hingga sampai ke Pulau Balak (tempat kami menginap). Sesampainya di Pulau Balak saya ikut berkeliling Pulau bersama rekan-rekan dari Komunitas Pecinta Fotografi Lampung (BE-PFL) untuk kegiatan hunting foto, dan beberapa dari Komunitas Diving melakukan snorkling/diving disekitar Pulau Balak (tapi saya tidak snorkling disini, maklum tidak bisa berenang :-p).



Keesokan paginya saya dan rekan-rekan dari Komunitas Pecinta Fotografi Lampung (BE-PFL) melanjutkan perjalanan ke Muara Bawang untuk mencari Burung Belibis. Kami kurang beruntung, setelah menyusuri muara dan rawa tidak menemukan seekorpun burung Belibis. Namun setelah kami keluar dari muara akhirnya keberuntungan menghampiri pencarian kami. Sekawanan burung Belibis terbang melintas diatas kepala kami kemudian hinggap di pohon Bakau. Kemudian kami lanjutkan hunting foto kegiatan para nelayan pagi hari (tempat yang cocok untuk hunting foto Human Interest bagi para pecinta fotografi)


Puas mengambil gambar kegiatan nelayan, kamipun menuju Pulau Lunik. Pulau kecil yang tanpa penghuni ini memiliki pantai yang sangat landai dan air yang jernih. Teman-temanpun menceburkan diri untuk berenang, “maklum jarang ketemu pantai bening seperti disini :)”. Dilihat dari bekas bangunan permanen seperti Pulau Lunik pernah dibangun sebuah resort namun menurut penuturan Pak Sa’ad (pemilik perahu motor yang mengantarkan kami) resort tersebut lama tidak terurus dan akhirnya hancur menyisakan puing-puing bangunan saja. Sangat disayangkan potensi tempat wisata Pulau Lunik sia-sia begitu saja karena tidak dikelola dengan baik.





Waktu menunjukkan pukul 09.00 namun terik matahari mulai terasa (cuaca sangat cerah pada saat itu) dan kamipun bertolak menuju Pulau berikutnya yaitu Pulau Loh. Pulau ini dihuni oleh satu keluarga (tapi saya lupa nama Bapak/Ibu yang menghuninya). Di pulau ini terdapat pula beberapa cottage/villa milik penduduk kota.



Hari menjelang siang, usai bercengkrama dengan Bapak penjaga Pulau Loh (yang saya lupa namanya :p) kami kembali menuju Pulau Balak tempat kami bermalam dengan perut keroncongan (belum sempat sarapan karena kami bangun pagi sekali untuk berangkat ke Muara Bawang). Panas terik matahari membakar kulit kami, namun kami menuju sisi lain Pulau Balak yang memiliki karakter pantai yang landai (berbeda dengan sisi pulau yang kami telusuri kemarin dengan karakter pantai berbatu karang). Ternyata kami disajikan pemandangan tak kalah dengan Pulau Lunik maupun Pulau Balak. Mumpung ada spot bagus dan ada model dadakan (panitia kegiatan Journalist Trip) kami pun hunting foto (lagi) :p.



Usai makan siang kami bersiap-siap kembali ke Dermaga Ketapang, Padang Cermin. Tak lupa di perjalanan pulang sebelum sampai ke dermaga kami mampir di Tanjung Putus yang merupakan tempat budidaya ikan Kerapu yang menjadi komoditas ekspor internasional. Perlu diketahui ikan kerapu bebek harganya mencapai 50$/Kg jika sudah di ekspor ke luar negeri. Tanjung Putus adalah tempat favorit bagi pecinta olahraga Diving/Snorkling di Lampung. Di tempat ini sangat mungkin menyentuh ikan saat melakukan diving/snorkling.



Setelah mampir sebentar di Tanjung Putus kami melanjutkan perjalanan pulang kembali ke dermaga Kampung Nelayan Ketapang dan kembali ke rumah. Walau tubuh lelah dan kulit terbakar matahari namun perjalanan kali ini sangat menggembirakan sekali, selain membuka wawasan saya mengenai pariwisata di Lampung juga menyadarkan saya bahwa potensi wisata di Lampung tak kalah dengan Bali ataupun Lombok, jadi saya tak perlu jauh-jauh liburan ke luar Lampung :)

Foto keceriaan sahabat-sahabat ane menikmati liburan di pulau yang masih sepi, jadi serasa pulau milik pribadi boi!


foto

Continue >>>

Spesies "Kecoa Pelompat" Ditemukan Di Afrika Selatan


http://i.okezone.com/content/2011/06/03/56/464199/coNgmcGxWW.jpg

Seekor spesies baru kecoa, ditemukan oleh seorang ilmuwan di tengah-tengah tempat tujuan wisata favorit di Afrika Selatan. Uniknya, kecoa ini tidak seperti umumnya kecoa yang ada di dunia, kecoa ini melompat, oleh karenanya disebut 'Kecoa Pelompat'.

Table Mountain National Park di Cape Town, Afrika Selatan, adalah tempat tinggal dari satu-satunya jenis kecoa pelompat di dunia, yang masuk ke dalam daftar 10 penemuan sains teratas tahun 2011 dari para ahli. Demikian seperti yang dikutip dari The West, Jumat (3/6/2011).
Continue >>>

Gen Werewolf Pada Manusia Ditemukan


http://listverse.files.wordpress.com/2007/10/werewolf2.jpg

Sebuah mutasi genetika yang menyebabkan tumbuhnya rambut lebat pada muka dan tubuh manusia telah ditemukan oleh ilmuwan. Persis seperti werewolf yang selama ini sering digambarkan dalam beragam cerita yang ada.
Continue >>>

10 Ikan tercantik di dunia


1. Mandarin Fish
http://hermawayne.blogspot.com

Ada 2 varietas dari spesies ini, yaitu Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. Yang standar biasanya memiliki pola dan warna yang lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya tidak lebih dari $20 per ekor, namun yang menjadi masalah adalah makanannya yang sulit dicari.
Continue >>>

Daftar Ponsel Dengan Tingkat Radiasinya



Setelah pemberitaan bahwa radiasi ponsel benar-benar bisa menyebabkan tumor otak dan dapat dibuktikan, maka anda perlu lebih mewaspadai untuk memilih ponsel yang lebih aman dan mengurangi resiko yang lebih parah lagi dalam meilih ponsel. karena mengingat kita dan kebiasaan kita mungkin akan terlalu sulit bagi kita untuk meninggalkan ponsel sama sekali
Continue >>>

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
Kalau ingin tau lebih jauh klik disini y....
 

Hanya Ingin Tau ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)