Pages

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Doa buat duNIAku


Oh Tuhanku sang pencipta alam dan penguasa jagad raya.
disaat aku mulai rapuh karena termakan usia....
kulihat duNIAku mulai menjauhiku dan tidak spt dulu lagi...
namun hatiku tak pernah berubah untuknya....

setiap hembusan nafasku selalu terkandung dao untuknya....
setiap denyutan jantungku teriring bait-bait indah buatnya....
maafkan aku krn tidak banyak yg bisa kuberikan padanya...
bukan aku tak mau tapi tubuh ini menyiksaku....

Oh Tuhanku yg maha pemurah....
berikanlah keindahan dan kemurahan berkahMU pada duNIAku
biarkan duNIAku dipenuhi dengan bunga-bunga yang harum semerbak...
Isilah duNIAku dengan senyum-senyum kebahagian....

Sebelum aku menutup mata aku ingin sekali lihat senyum manis duNIAku....
Dengan sisa nafasku yg masih menempel dibadanku doaku tak akan lepas untukmu.
Oh Tuhanku yang Maha kasih...Smoga ENGKAU mengabulkan semua itu...
amin...amin...amin...amin...amin...amin...amin...
Continue >>>

AKU TULIS PAMPLET INI



Oleh :
W.S. Rendra
Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng - iya - an
Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi
Ketidakpastian merajalela.
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki
menjadi marabahaya
menjadi isi kebon binatang
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.
Tidak mengandung perdebatan
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan
Aku tulis pamplet ini
karena pamplet bukan tabu bagi penyair
Aku inginkan merpati pos.
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.
Aku tidak melihat alasan
kenapa harus diam tertekan dan termangu.
Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar.
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ?
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.
Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.
Rembulan memberi mimpi pada dendam.
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah
yang teronggok bagai sampah
Kegamangan. Kecurigaan.
Ketakutan.
Kelesuan.
Aku tulis pamplet ini
karena kawan dan lawan adalah saudara
Di dalam alam masih ada cahaya.
Matahari yang tenggelam diganti rembulan.
Lalu besok pagi pasti terbit kembali.
Dan di dalam air lumpur kehidupan,
aku melihat bagai terkaca :
ternyata kita, toh, manusia !

Pejambon Jakarta 27 April 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi
***


Continue >>>

Rajawali


Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara
Rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka


Continue >>>

aku....


aku punya rasa yang tak biasa.....
aku punya jiwa yang hanya ingin dia bahagia.....
aku punya asa yang inginkan senyumnya....
aku punya sejuta sayang agar dia selalu pulang....

aku dalam cermin diriku....
tentang aku dengan segala cintaku untukmu....
dan ku harap kaupun begitu....
namun....aku adalah aku yang paling berharap untuk kebahagiaanmu.

by dhi tertanggal lupa......
Continue >>>

Gelayut dihati


hari ini bersama mendung bersama jadi gelayut dihati....
ku dengar sapa lirih dari seorang hati....
....dalam kejujuran, dalam kesendirian.....
....dan dalam kesalahan....

berteriak,..... mencari semangat.....
....untuk berucap, untuk bergejolak....

dirinya....mencari seonggok cinta yang mendampingi....
.....merengkuh, menjaganya.....
.....menyanginya dalam tenang yang bahkan tahu tak kan pernah menerbitkan harapan.....

hanya tinggalkan sebuah mimpi yang tak akan ada diujung pagi....
ah....diriku bersyukur lirihnya tak mau jadikan ku terpekur....

by dhi tertanggal 27 Februari 2011
Continue >>>

terpendar.....


....piluku berteman sendu....
usikkan riak-riak biru yang entah sejak kapan jadi kelabu....
...rindunya yang terkubur kelam....
hamparkan hitam dalam kesunyian yang entah kapan jadi tak ada lagi bintang....
....lenaku diam tak tenang....
hantarkan dalam kekosongan yang entah kapan jadi bising tak terdengar....
....terpendar dian dalam genggaman....
terlekang dalam alunan namun tak terang hanya temaram.....
....bahkan tak bisa ku pandang jalan di depan....
dan.....kemana langkah diamku harus memburu?.....
dan aku.....hanya tinggal bersama waktu yang mengikis usiaku.

by dhi tertanggal : 27 Februari 2011
Continue >>>

Sepi.....


....sepi...berteman dengan diri
mengarungi detik di sela-sela waktu yang menggelitik...

....sepi...berderak-derak diujung dadaku
menyibakkan tirai-tirai syahdu...kelabu...dan tak tertuju...

....sepi...menyanyikan denting waktu nan sumbang di tiap-tiap helaan nafasku...

....sepi...sepi...dipenghujung sunyi diteman gelap kelambu malam yang tak jua usungkan sepi tuk segera berlari...


by dhi, tertanggl 08 Februari 2011
Continue >>>

Bias aku dan dirimu


Berjalan bersisian....menggenggam erat jabat tangan
sembari menyulamkan puisi di baris-baris hari yang tak lagi sepi.....
sebagai pengingat langkah dari cerita yang tak selalu jadi percuma......

Menanamkan sepenggal kisah yang sendiri, yang sepi, yang bahagia
yang menanti, yang ingin pergi dan yang slalu menemani.

Dengan bias-bias 'aku' dan juga bayangmu...sepert...

'aku hanya buih di antara perahu nelayan' katanya.....
Berusaha membalut gurat2 gelombang...tiada henti...belarian kesana kemari....
'aku hanya bintang sang pelengkap malam' katanya....
yang berkelip sebagai penghias langit... dengan bulan sebagai teman.....
'aku hanya embun dalam untaian fajar yang menggantung' katanya.....
tuk basahi tiap awal dari sebuah perjalanan tiap jiwa...yang bahagia...yang merana,
juga yang tengah bimbang mencari terang....
'aku hanya mendung sebagai penghantar hujan yang turu' katanya....
penghias langit sesaat dalam kelabu yang penuh dengan berkahMU....
...aku hanyalah aku...yang hanya sebagai pelengkap dalam waktu....
yang dapat kau rasa oleh mata dan hatimu.....
juga punya nama dalam sedih, sesal dan bahagia harimu.....
yang meski tak lama ada namun terasa hangat di jiwa.....

by dhi, tertanggal 18 Februari 2011
Continue >>>

Disini....


Masih ditempat yang sama....tempatku berpijak
Terdiam berteman angin d tengah keramaian yang dingin
....begitu bising sekaligus hening
Menyeruak seakan hendak saling mendepak...menyepak...hingga terasa
...pening...pusing...berkeliling....


Masih ditempat yang sama...hatiku berjejak....
Meruncingkan sesak yang siap berontak...
Menghunuskan pedang dalam kehampaan...ingin menebaskan tarian-tarian
kesepian yang jadi geliat dibadan....


Ah...lelahnya...lunglaikan jiwa dalam pangkuannya...
Inginku bertanya...kenapa tiap detak tak sanggup menghalaukan derita?
Inginku bertanya...kenapa selubungnya tak bisa dienyahkan dalam seok langkah derita ?


Aku masih ditempat yang sama....
Merenung mencari jawab waktu dariMU....
Menunggu sebuah jeda yang disana tak perlu lagi kutemukan nama sebuah ragu...

by. dhi, tertanggal 10/04/2009
Continue >>>

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF
Kalau ingin tau lebih jauh klik disini y....
 

Hanya Ingin Tau ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)